Home Kabar Daerah Optimalisasi Lahan, Lapas Warungkiara Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Pertanian

Optimalisasi Lahan, Lapas Warungkiara Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Pertanian

15
0
SHARE
Optimalisasi Lahan, Lapas Warungkiara Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Pertanian

Targetperistiwa,my,id // WARUNGKIARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terus mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan lahan yang tersedia dilakukan secara maksimal dengan menanam beragam komoditas pertanian.

Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dibekali keterampilan yang diharapkan bermanfaat saat kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, mengungkapkan bahwa berbagai jenis tanaman telah dikembangkan, di antaranya pisang raja bulu, pisang tanduk, terong bulat, terong ungu, cabai rawit, timun, kacang panjang, pakcoy, kangkung, caisim, daun bawang, seledri, hingga nanas.

“Untuk jumlahnya, pisang raja bulu sebanyak 2.500 pohon, pisang tanduk 1.000 pohon, terong bulat 4.000 pohon, terong ungu 4.000 pohon, dan cabai rawit 4.000 pohon,” ujar Panji, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus bagian dari implementasi 13 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Lapas Warungkiara diharapkan dapat menjadi pilot project sebagai penyuplai buah pisang di wilayah Jawa Barat,” tambahnya.

Panji juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan pertanian dan peternakan melibatkan warga binaan secara aktif. Selain itu, pihaknya menjalin kolaborasi dengan masyarakat sekitar serta terus melakukan upaya perluasan lahan pertanian guna meningkatkan hasil produksi.

“Kami berharap program ini mampu memberikan keterampilan yang berkelanjutan bagi warga binaan, sehingga dapat menjadi bekal positif setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

Red