Home Pemerintah Pengembangan Sorgum Dorong Energi Hijau dan Buka Peluang Baru bagi Petani Sukabumi

Pengembangan Sorgum Dorong Energi Hijau dan Buka Peluang Baru bagi Petani Sukabumi

23
0
SHARE
Pengembangan Sorgum Dorong Energi Hijau dan Buka Peluang Baru bagi Petani Sukabumi

Targetperistiwa.my.id // SUKABUMI – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menghadiri kegiatan panen raya tanaman sorgum sekaligus pengiriman perdana biomassa sorgum dust untuk kebutuhan co-firing di PLTU Palabuhanratu, yang digelar di Perkebunan Sorgum Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pengembangan energi terbarukan berbasis potensi lokal. Wabup H. Andreas menilai pemanfaatan sorgum sebagai bahan baku biomassa merupakan inovasi penting yang tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani.

Menurut Andreas, potensi sumber daya alam di Kabupaten Sukabumi perlu terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat luas. Salah satunya melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem energi hijau.

"Pengembangan sorgum ini menjadi langkah nyata bahwa sektor pertanian dapat berkontribusi terhadap kebutuhan energi masa depan. Selain itu, petani juga mendapatkan peluang ekonomi baru dari hasil budidaya yang memiliki nilai tambah," ungkapnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan biomassa untuk mendukung program co-firing PLTU Palabuhanratu cukup besar, yakni mencapai sekitar 1.400 ton setiap bulan. Hal tersebut menjadi peluang strategis bagi masyarakat untuk berperan dalam penyediaan bahan baku energi terbarukan.

Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pemanfaatan sorgum sebagai biomassa juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengurangan emisi karbon melalui penggunaan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Jabar II Palabuhanratu, Bowo Pramono, menyampaikan bahwa program pengembangan sorgum telah dimulai sejak tahun 2025 melalui proses penanaman hingga kini memasuki tahap panen raya dan pengiriman perdana biomassa.

Ia menjelaskan, tanaman sorgum memiliki keunggulan karena waktu panennya yang relatif singkat, yaitu sekitar tiga bulan, sehingga berpotensi menjadi sumber biomassa yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

"Pengiriman perdana ini menjadi awal terbentuknya rantai pasok biomassa berbasis masyarakat. Program ini juga mendukung langkah PLN Indonesia Power dalam percepatan transisi energi menuju target net zero emission," jelasnya.

Direktur Utama PT Berkah Inti Daya (BID), Eko Satrio Pramono, mengatakan keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, PLN, perusahaan, hingga kelompok petani.

Menurutnya, sorgum memiliki potensi besar karena tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan energi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi lain, termasuk sebagai komoditas pertanian yang dapat dikembangkan di berbagai kondisi lahan.

Ke depan, PT BID berkomitmen memperluas pengembangan tanaman sorgum, memperkuat kemitraan dengan petani lokal, serta meningkatkan sistem produksi dan distribusi biomassa agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi.

 

Asep lodaya